Kelainan organik atau gangguan fungsional?
Nyeri lambung akibat maag, bisakah tetap puasa?
Sebenarnya memang sebagian besar penderita sakit lambung yang datang berobat merupakan ganngguan fungsional saluran cerna bagian atas (SCBA), baik lambung maupun usus dua belas jari.
Yang dimaksud dengan gangguan fungsional misalnya nyeri akibat asam lambung yang berlebihan, kejang otot dinding lambung atau usus dua belas jari, atau adanya gas yang berlebihan dalam saluran pencernaaan. Keluhan yang terjadi akibat gangguan fungsional tersebut mirip dengan keluhan akibat kelainan organik pada lambung dan duodenum seperti peradangan atau inflamasi, tukak atau borok lambung, dan bahkan kelainan yang lebih serius seperti kanker lambung.
Kebanyakan pasien yang berobat karena sakit maag tergolong kelainan fungsional. Dalam kehidupan sehari-hari, pada kelainan yang ringan masyarakat cenderung untuk mengobati sendiri. Secara umum hal tersebut dapat dilakukan walaupun perlu perhatian dan kewaspadaaan agar kelainan yang lebih serius jangan sampai terlambat ditangani.
Apabila gangguan pencernaan berupa nyeri perut yang hebat, muntah-muntah, disertai penurunan berat badan yang nyata atau gejala kurang darah, perlu segera dilakukan pemeriksaan medik yang seksama untuk memastikan sebagian besar penderita maag tergolong kelainan fungsional. Bagi kelompok ini puasa pada umumnya diperbolehkan, bahkan sering merasa lebih baik atau tidak ada gejala sama sekali selama bulan Ramadhan.
Dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan seseorang akan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Bukankah Allah swt mengatakan: “ orang-orang yang beriman dan hati mere-ka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-hati menjadi tentram. (13:28). Insya Allah dengan Ramadhan anda akan mendapatkan ketenangan bathin, susana mental spiritual yang jauh dari ketegangan yang mendukung pecegahan timbulnya gejala serta usaha pengobatan.
Selama puasa, kebutuhan fisiologis pada pagi dan sinag hari masih dapat diperoleh dari makanan waktu sahur karena pengosongan lambung terjadi sesudah 4-6 jam, sedangkan sore hari dari cadangan glikogen dan lemak. Tentu saja perlu diperhatikan agar jangan sampai terjadi kekurangan cairan dengan menghindari berjemur udara panas atau terlalu lama berjemur di matahari. Dengan demikian tubuh kita mampu mengatasi stress fisiologi pada siang hari sehingga kita dapat bekerja seperti biasa.
Bagi kelompok penderita sakit maag dengan kelainan organik seperi tukak peptik sering diperlukan pengendalian asam selama 24 jam untuk penyembuhan dan pencegahan komplikasi. Karena itu niat untuk berpuasa di bulan Ramadhan sebaiknya ditunda dulu sampai tukaknya sembuh, atau sudah aman terhadap kemungkinan komplikasi. Dalam hal ini perlu dilakukan endoskopi untuk memastikan proses penyembuhan tukak tersebut sebelum memulai ibadah pasa.

0 komentar:
Posting Komentar